Terima Kasih :)

Saat gue nulis ini, belum larut sih. Biasanya kan gue update kalo udah larut ya. Dari seminggu yang gue punya, rasanya cuma malam ini doang yang agak leluasa. Kemarin-kemarin capek banget. Rapat sana-sini. Ikut ini-itu.

Sampe tadi siang si Audy bilang ke gue, lo tuh strong banget ya? Aktif nulis, aktif panitia, project kampus, masih aja bisa.

Hahaha, bukan strong juga sih. *eaaa* Cumaaa, dari SD aja gue udah ikut banyak kegiatan. Sampe di SMP dan SMA pun gue ikut ini-itu, pergi kesana-sini, hang out sama orang yang beda-beda, pokoknya gitu deh. Wkwkwk.

Cuma, sekarang lagi kurang fit aja sih. Makanya sempet males ketemu laptop. Sekalinya main susah buat istirahatnya. Hahaha.

Di postingan kali ini, gue mau nyeritain beberapa pengalaman dan ucapan terima kasih.

*siapin tisu*

Inget kan, di postingan sebelumnya, gue bahas tentang Playboy’s Tale dan sempet update beberapa foto di mana PT masuk ke jajaran buku Best Fiction?
Nah, saat kemarin-kemarin gue lagi buka Pre Order Unplanned Love, sempet kirim-kiriman e-mail sama salah satu pembaca. Dan dapet kabar menyenangkan dari dia. Katanya, PT jadi best seller di toko buku Gramedia di daerah tersebut.

Alhamdulillah..

.Capture

Jujur, dengan harga yang lumayan, sempet ragu kalau buku ini berhasil menggaet pembacannya. Kenapa? Karena kalau di Wattpad aja kan kebanyakan juga pembacanya anak sekolahan, kan lumayan juga lah kalau mau beli PT. *soalnya gue pernah lah merasakan hal yang sama, wkwkwk*

Emangnya pengen banget ya bukunya laku?

Ya, nggak mau muna juga lah. Siapa sih yang nggak pengen karyanya dihargai—baik dengan dibaca bukunya atau dibeli bukunya? Begitu pun gue. Gue sih nggak terlalu mempermasalahkan royalti atau apanya dari hasil penjualan PT. Gue cuma pengen, orang-orang bisa baca tulisan gue dalam bentuk lembaran buku.

Sensasinya kan pasti beda sama baca di Wattpad.

Trust me, lah. Haha.

Gue kadang suka sebel sama orang yang bilang ih, dikit banget royaltinya. Nggak nyesel lo nerbitin buku lo?

Kadang, pengen nonjok orang itu 😐 Gue sejak awal nulis, nggak pernah kepikiran tentang berapa banyak royalti yang harus gue dapetin dari satu cerpen atau novel yang gue hasilkan. Bagi gue itu cuma bonus. Sedikit dan banyaknya tergantung dari gimana cara kita ikhlas dalam menulis dan menerima hasilnya. Iya kan?

Gedenya royalti nggak menjamin mutunya akan wow banget. Begitu pun sebaliknya.

Okelah, balik lagi ke topik utama. Wkwkwk.

Setelah dapet kabar menyenangkan dari salah satu pembaca gue, beberapa hari kemudian, gue kopdar alias kopi darat sama beberapa temen di Wattpad. Sam Mbak Rika, Mbak Debby, Yuni, Imas, Dinnur, Stella dan Umul. Ihiy. Kita kopdar di Mal Kelapa Gading.

Kenapa di MKG? Ini karena semata-mata gue belum ke sana. Mbak Rika dan Mbak Debby berbaik hati bikinin acara kopdar di tempat yang belum pernah gue datengin. Hahaha *kasih centang di list mal-mal se-Jakarta yang belum pernah gue datengin*

Setelah makan dan bla bla bla, akhirnya kita ke Gramedia-nya. Rame uuuy. Gue sama Mbak Debby dan Mbak Rika nyariin di mana anakku gerangan. #plak Maksudnya sih, di mana PT. Nyari sana-sini nggak ada. Sedih sih, masa kagak ada novel gueee? #doweeeng

1972435_1526511947585331_4666237020679284716_n

Terus gue nge-search di komputer informasinya gitu. Eh, tinggal 4 eksemplar, Kakaaaak! Senaaang! Laku yaaps! Wkwkwkwk. *lagi norak binti alay*

Tapi pas dicari di rak, kok nggak ada? 😦 Akhirnya Mbak Rika nanya ke petugasnya. Petugasnya akhirnya nyari, eh ketemu! Satu rak sama terbitan-terbitan Elex Media Komputindo lainnya. Dan bener tinggal empat. *lap air mata terharu*

Etapi, masnya ngeliat-liat bukunya tuh, terus dia nanya ke gue. “Ini terbit bulan enam ya, Mbak?”

Gue jawab aja, “Bulan Juli kok, Mas. Kenapa?”

Gue samperin deh abang-abangnya. Terus dia nunjukkin ke gue sama Mbak Rika barcode harga yang ada di PT. “Nah, ini ada tanggal masuknya, Mbak. Ini tanggal masuk ke toko, 4 Juli 2014.”

Gue sama Mbak Rika manggut-manggut, terus dia nunjukkin angka yang ada di samping tanggal yang tertera di barcode itu. (Jujur, gue nggak pernah perhatiin. Baru kali itu tau kalau ternyata di barcode itu ada tanggal buku masuk ke toko bukunya, wkwkwk).  “Ini apa, Mas? Nomor urut novelnya di sini?” tanya gue dengan sok polos (?).

Tapi ternyata salah. “Bukan, Mbak. Ini jumlah bukunya. Ini stok awal bukunya di sini. Wah, sekarang tinggal 4. Laris nih, Mbak.”

Eh, Mbak Rika dengan semangatnya nyeletuk sambil nunjuk ke arah gue, “Ini kan penulisnya, Mas.”

Masnya langsung gimana gitu, wkwkwk. Heran kali kenapa ada penulis kayak gue yang mau beli bukunya sendiri (titipan orang, bok). “Wah, selamat ya, Mbak. Bukunya laris nih.”

Dan mengalirlah cerita dan ilmu dari abangnya, tentang sirkulasi “kedudukan” buku di sebuah toko buku. Tentang betapa banyaknya tumpukan buku di sana yang ternyata mau diretur ke gudang. Gila, itu banyak banget lho! Syukurlah PT lebih memilih masuk ke dalam kantong plastik orang daripada ke gudang. *elus-elus PT*

Kalau diliat-liat, PT ini pesat banget lho. Hihihi. Seneng deh. Oh ya, udah gitu, di Solo, PT juga masuk ke dalam jajaran Buku Laris lho. Alhamdulillah… Makasih buat Mutia yang udah ngasih tau dan udah ngasih fotonya. 🙂

di solo

Nah, sekarang… gue lagi menanti kedatangan abang Seta(n) alias Unplanned Love nih. Terus, lagi ngedit abang Gestra alias Stargazer.

star

Doain ya semoga lancar semua prosesnya. Syukur-syukur, bisa sesukses PT di pasaran. Gue cuma pengen, orang-orang bisa belajar bareng sama gue, bisa bahagia bareng sama gue lewat buku ini.

Gue keinget jadinya. Kemarin nerima pesan di Wattpad. Dia bilang kira-kira gini, lo dari keluarga yang happy family ya? Cerita lo banyak yang tentang keluarga kecil tapi bahagia. Gue pengen suatu saat punya keluarga kayak gini.

Well, pesan ini sempat bikin terharu. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan happy family? Apa sebuah keluarga yang utuh atau keluarga yang murni bahagia tanpa peduli jumlah anggotanya? Kalau definisi HF adalah yang pertama, mungkin gue mesti jawab: gue bukan dari keluarga yang HF. Tapi kalau definisi HF itu sendiri adalah yang kedua, yes I am.

Banyak hal yang bisa gue dan kalian bagi lewat buku. Maka dari itu, rasa-rasanya gue nggak akan berhenti nulis—syukur-syukur juga nggak akan berhenti nerbitin novel yang bisa jadi ajang gue dan lo semua berbagi cerita, Ahiiiiy.

Mungkin, segini dulu yang bisa gue tulis. Gue udah bingung mau nulis apa karena udah melantur kemana-mana. Hihihihi.

Bubyeee!

downloadfile

P.S: Rasa-rasanya nih ya, gue cuma lancar nulis cerita kalo nggak di malam menjelang pagi, ya di pagi menjelang siang. Waks.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s