Sudah terlambat

Jenny kuliahnya ambil jurusan apa? Sastra Indonesia ya?

Sering banget gue ditanya orang begitu. Hm, agak-agak menyakitkan hati gitu dengernya. Soalnya….

Dulu, gue emang punya mimpi untuk kuliah dan ambil jurusan Sastra. Sastra apa aja sih sebenernya, tapi gue tertariknya lebih ke Indonesia, Jerman dan Rusia.

Lo kan orang Indonesia, kenapa mau pelajarin bahasa Indonesia lagi? Ujung-ujungnya jadi guru, jadi penerjemah. 

Emang iya? Kata siapa?

Banyak orang yang bilang seperti itu. Nggak mau sok naif, mungkin memang ada yang berkarier menjadi guru atau penerjemah. Terus kenapa? Apa dua profesi itu aja yang bisa digapai oleh orang yang lulusan Sastra Indonesia? Kok dangkal banget sih.

Tapi ya namanya juga orang lain, pikirannya beda-beda.

Pada akhirnya, gue nggak kuliah di jurusan Sastra apapun.

Sedih nggak?

Lumayan lah. Apalagi orang-orang mikirnya selalu begitu. Selalu nanya gue dengan pertanyaan yang sama. Bagi mereka, orang yang bisa menulis mungkin orang yang kuliahnya di Sastra.

Jadi penulis, bukan berarti kamu harus lulusan Sastra. Kamu bisa jadi apa, jadi pedagang, pegawai kantoran, pegawai bank, IT Consultant, atau apapun itu. 

Itu yang selalu nyokap gue bilang.

Bener juga kata nyokap, banyak kok penulis yang bukan dari basic-nya Sastra. Nggak bisa dipungkiri, gue pun pengen pelajarin Sastra dan segala macam halnya kayak mereka yang kuliah di jurusan itu.

Tapi semuanya udah terlambat gue rasa. Gue pun udah kuliah di jurusan yang melenceng. Jurusan yang dulu gue hina-hina. Nah, maka janganlah kamu menghina-hina sebuah jurusan di perkuliahan, Nak. Kena tulah kayak gue lho, wkakakakakak.

Makanya, setiap orang yang taunya gue nulis, mereka kaget begitu denger kayak apa jurusan yang gue ambil saat kuliah.

Nggak mungkin juga gue resign cuma demi tahun depan masuk Sastra. Man, harapan nyokap yang setinggi Monas sepanjang sungai Musi itu ada di pundak gue. Nggak mungkin dengan egoisnya gue main pindah kuliah macem pindah bilik warnet.

Gue percaya, ada hidayah (?) tertentu di balik gue yang belajar tentang akad dan bahasa C beserta diagram untuk database itu. :’) Setidaknya, mungkin ke depannya gue bisa jadi ahli ekonomi yang nulis novel menye-menye. #halah

Jadi, berhentilah mengira-ngira kalau gue ini anak Sastra. Bro, itu tuh kayak luka yang ditetesin lagi sama air perasan jeruk. Nyeriiiih.

HIDUP SASTRA INDONESIAAA!

downloadfile

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s