Teruntuk Kamu Yang Tak Lelah Menunggu…

IMG-20140128-WA0001

Teruntuk kamu yang tak lelah menunggu…

Aku tak tau harus memulai ini dari mana.

Awalnya kukira menunggu adalah pekerjaan paling membosankan sedunia. Coba kau cari tentang menunggu di seluruh penjuru dunia melalui teknologi berupa internet. Ada banyak hal yang menjelaskan bahwa menunggu itu membosankan, menyebalkan, dan terkadang justru menyedihkan.

Awalnya kukira menunggu adalah tindakan impuls yang keluar ketika ditinggalkan. Orang-orang yang ditinggalkan, biasanya akan menunggu hal yang pergi untuk kembali pada mereka. Tak taukah mereka bahwa yang sudah pergi tak usah ditunggu lagi?

Buat apa menunggu sesuatu yang tak ingin ditunggu?

Kebanyakan orang menunggu sesuatu hanya karena ia ingin hal itu ada di dekatnya. Hingga kadang mereka menyalahkan waktu yang seolah bersekongkol dengan takdir karena penantian mereka serasa tak berujung.

Seperti aku yang menunggumu, tersudut di bagian kecil memorimu. Yang mungkin saja sudah terlupa olehmu ketika kau mengerjapkan mata indahmu itu.

Aku tak pernah lelah menunggumu, sekalipun banyak cibiran yang datang padaku. Siapa suruh kau tinggalkan namamu di hatiku? Aku tak menyuruhmu, aku tak pernah memintamu untuk tinggal. Namun ketika kau pergi dengan menyisakan sepotong hatimu untukku, aku tersadar.

Aku akan menunggumu.

Teruntuk kamu yang tak lelah menunggu…

Apa kau tau sebuah kebodohan permanen di kepala orang-orang yang berada di dalam fase penantian?

Kebodohan itu bernama harapan.

Seseorang akan terus hidup ketika memiliki harapan. Seperti aku, yang kini mempunyai harapan akan datangnya kau kembali ke sini. Namun jika harapan itu terus kau pelihara dengan sayang, ia akan menyerangmu. Terus membuatmu memelihara harapan tersebut tanpa tau, bahwa harapan itu sebenarnya adalah kebohongan dan kebodohan sejati bagi orang sepertiku.

Harapan hanya membuatku terus menunggu, tanpa tau bahwa sebenarnya… kau menunggu perempuanmu kembali ke pelukanmu.

Teruntuk kamu yang tak lelah menunggu…

Mungkin ini penantian terakhirku. Malam gelap dengan angin akhir tahun ini menjadi saksi bisu akan pupusnya harapanku. Harapan untuk kembali bertemu denganmu.

Tapi tenang, jangan anggap aku akan mati karena terus memelihara kebodohan bernama harapan dan terus menunggumu di siang dan malam. Aku masih bisa hidup dengan harapan baru.

Harapanku adalah, aku tak akan pernah lelah mengikhlaskan penantianku.

Karena terkadang, penantian tak harus berujung pada pertemuan.

Dari aku,

Gadis bodoh yang sebelumnya tak kenal lelah untuk menunggumu. 

(Namun sekarang aku kenal apa arti lelah itu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s