Behind The Scene of Wedding Rush – Ghina: Nggak Biasa Bikin Lagu Cinta.

Halo! Udah lama banget nggak mampir di blog ini. Hehehe. Sorry, kesibukan akhir-akhir ini meningkat drastis. ๐Ÿ˜ฆ

Nah, sesuai judul di atas, kali ini gue mau bagi-bagi cerita tentang behind the scene dari novel kesepuluh gue yang berjudul Wedding Rush. Selain proses penulisan, ada berbagai hal yang dikerjakan oleh teman-teman gue untuk Wedding Rush. Penasaran? Tenang, rangkaian cerita gue tentang BTS ini akan terus bergulir sampai narasumbernya habis. :p

***

Lo semua udah denger lagu โ€œBukan Takdirkuโ€ yang jadi original soundtrack dari Wedding Rush belum?

Coba cek di sini kalau belum:

Kalau udah, pasti penasaran banget dong, siapa sih yang bikinย  dan nyanyiin lagu mellow ini? Hihihi. Kemarin sore (07/04) gue berkesempatan untuk wawancara teman gue ini. Yeay! Yuk kenalan sama Ghina!

20150407063732

Jenny: Sore, Ghin! Mau ngobrol-ngobrol bentar nih. ๐Ÿ˜€ Sebelumnya, perkenalkan diri kamu dong ke pembaca yang lain. ๐Ÿ˜‰

Ghina: Hai, aku Ghina. Cewek tomboy yang suka musik dan main futsal. ๐Ÿ˜€

Ghina ini adalah teman SMA gue dulu di SMA Plus PGRI Cibinong. Kami juga satu organisasi di Kopasus IT tapi beda divisi. Dari kenal di SMA, doi ini udah jago banget deh dalam bermusik. Suka pusing sendiri kalau udah denger dia nyanyi, bikin pengen bisa nyanyi soalnya. :โ€™D

Jenny: Wah, boleh dong ceritain, sejak kapan Ghina suka musik? ๐Ÿ˜€

Ghina: Jadi pas aku masih kecil, setiap malam minggu ayah aku suka ngundang temen-temennya ke rumah. Dulu rumahku banyak alat musik, ada gitar bas, organ, dan sempet ada drum juga. Tapi yang biasa buat pengamen gitu, deh. Lengkap sama sound system-nya.

Mereka suka nge-band gitu. Jadi bisa dibilang dari kecil aku udah dikelilingi musik. Pertama bener-bener kenal musik itu kelas 4 SD, karena di sekolah dulu baru dibuat ekskulnya. Kebetulan juga ayahku beli gitar kecil.

Awalnya buat kakak aku. Tapi malah jadi aku yang pake, hehe.

Jenny: Wah, jadi suasana di rumah pun udah penuh dengan “musik”, ya. ๐Ÿ˜€ Oh, ya, alat musik apa aja nih yang bisa Ghina mainin? *bukan cowok ya yang dimainin :p*

Ghina: Yaa, begitulaah. ๐Ÿ˜€ Yang paling sering aku mainin sih gitar. Tapi dulu sempet juga main drum sama biola. Kalo yang berharap banget bisa sih piano. *eh, nggak nanya ya? ๐Ÿ˜€ * โ€”Ih, keren ya. Bisa main drum sama biola juga! ๐Ÿ˜€

Jenny: Wah, Ghina keren banget! Belajar main alat musik dari umur berapa? ๐Ÿ˜€ Udah gitu suaranya juga bagus banget, lagi. >.<

Ghina: Dari umur 8-9 tahun. Pas ayah aku beli gitar kecil aku mulai mainin. Tapi karena belum ngerti chord, aku cuman metik-metik nggak jelas sambil ngebayangin lagi main lagu apa terus disesuaikan iramanya, hehe. Kalo suara mungkin ada faktor turunan juga. Tapi aku nggak bagus-bagus amat kok, masih belajar. ๐Ÿ™‚

Jenny: Aih, keren banget, sih! Aku ngefans sama Kak Ghina! Ajarin aku nyanyi dooong! *lalu pembaca langsung pada mual* :)))

Nah, kita di sini suka banget sama suara dan lagu “Bukan Takdirku” yang jadi soundtrack-nya Wedding Rush. Bisa jelasin awal mula mau terima permintaan untuk bikin lagu ini dan proses kreatifnya, nggak? ๐Ÿ˜€

Ghina: Jadi kan aku lagi santai sambil belajar di rumah. Terus dapet mention dan DM di Twitter dari sang penulis. XD

Pas aku diminta buat lagu untuk soundtrack novelnya aku kaget, shock, tapi senyum-senyum sendiri. Setelah dijelaskan tentang apa novelnya, aku agak bingung. Karena sebelumnya aku belom pernah bikin lagu yang berhubungan dengan cinta. Tapi nyatanya nggak berapa lama, aku langsung coba ketik lirik di note HP-ku dan selesai dalam waktu yang bisa dibilang cepet.

Jadi aku langsung kirim email ke penulis dan dia langsung suka gitu. Aku juga minta saran dari kakak kelas.

Akhirnya ada beberapa yang diperbaiki. Nah pas mau nyari nada, aku langsung bingung banget. Susah dapet inspirasi. Sampai-sampai aku kirim lirik ke temen aku untuk bantu cari nadanya. Walaupun pada akhirnya lagu itu jadi dengan nada sendiri, hehe.

Oiya, karena nggak biasa bikin lagu cinta, kalo diperhatiin, lagu โ€œBukan Takdirkuโ€ nggak ada kata ‘cinta’nya. J

Jenny: Waaah, jangankan yang diminta untuk nulis lagu, sekarang yang denger lagunya pun pada senyum-senyum sambil megangin hatinya yang nyeri lho. #eh

Kan tadi Ghina bilang kalau Ghina nggak biasa bikin lagu cinta, emang biasanya bikin lagu tentang apa?

Ghina: Aku nggak biasa bikin lagu cinta karena emang nggak berpengalaman banyak dalam hal itu. ๐Ÿ˜€ Biasanya aku berhubungan sama sahabat, atau nggak lagu-lagu penyemangat untuk mencapai cita-cita.

Jenny: Wihihi, tapi pendengar “Bukan Takdirku” suka lho sama liriknya. :*

Ghina: Hihihi terima kasiih >.<

Jenny: Proses untuk lagu “Bukan Takdirku” dari awal sampai bisa didengar sama para pembaca Wedding Rush ini, kira-kira berapa lama?

Ghina: Selesai semua sekitar seminggu. Walaupun banyak tambahan backsound-nya karena rekamannya di rumah. =))

Jenny: Wow, seminggu! Keren, keren! Ghina nggak kepikiran buat nulis novel juga? Kan nanti asyik juga kalau ada soundtrack-nya. #eh

Ghina: Hahaha, aku belum tau ilmu untuk bikin novel. Tapi kalo penulis mau ngajarin aku dengan senang hati mau belajar :3

Jenny: Tapi ajarin aku nyanyi ya ๐Ÿ˜€ *teteuuup* Oh ya, Ghina ada pesan nggak buat para pendengar “Bukan Takdirku”?

Ghina: Lagu ini mengingatkan kita bahwa tidak selalu yang menurut kita terbaik, memang yang terbaik, dan harus bisa mengikhlaskannya. Jadi jangan terlalu baper ya, hehehe. ๐Ÿ˜€ โ€”TUH, siapa yang kemarin langsung baper pas denger lagunya? *tunjuk diri sendiri*

Jenny: Hihihi, oke deh. Terima kasih, Ghina! Semoga di buku lanjutannya Wedding Rush, masih bersedia ngisi soundtrack-nya lagi ya :โ€™D *ini kode*

Ghina: Hahaha siaap. Kita liat nanti akan seperti apa lanjutannya. ๐Ÿ˜€

Jenny: ย Terima kasih ya, Ghina, udah mau ditanya-tanya. ๐Ÿ˜€ Jangan heran kalau nanti makin banyak yang ngefans :p

Ghina: Aaah, jadi maluu. :3 Hehe, iya, sama-sama. Sukses ya novelnya ๐Ÿ˜€

20150407063732 (1)

Meldi Ghina Salsabila.

Twitter: @melghines

ย 

Aih, terima kasih Ghina sudah meluangkan waktunya untuk ditanya-tanya dan direcokin sama gue selama proses pembuatan lagu โ€œBukan Takdirkuโ€ ini. ๐Ÿ˜€ *nangis terharu di bahu Daka* *ditoyor pembaca #TeamDakaGarisKeras

Buat kalian yang udah denger lagunya di Youtube, itu baru versi setengahnya, lho! Nanti, tepat pada tanggal terbit novel Wedding Rush, pada tanggal 27 April 2015, lagunya akan diunggah sama gue dan bisa diunduh sama kalian semua untuk nemenin baca Wedding Rush.

Sekian dulu untuk kali ini, Sabtu nanti, kita akan ngobrol sama Devi Masitha โ€” Firstreader, Astrada, dan Tempat Curhat Tentang Daka. Bubbyeeee!

ย 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s