[Giveaway] Review Marathon “Wedding Rush”

LM Wedding Rush copy

Anak kesepuluh! \m/

Dengarkan soundtrack dari Wedding Rush di sini: Bukan Takdirku

Halohaaa!

Akhirnya, sampailah kita di penghujung acara!

Eh, maksudnya, di penghujung Review Marathon Wedding Rush ini. Sebelumnya, aku mau ngucapin terima kasih dan kecup satu-satu para book blogger yang kece-kece ini; Kak Nana, Kak Opat, Kak Oky, Anggi, Mbak Kiky, Kak Dinoy, dan Kak Afin. Terima kasih! Tanpa kalian, review marathon ini nggak akan ada. *nangis terharu*

Wedding Rush BannerSetelah ketujuh book blogger kece tersebut me-review Wedding Rush, siapa yang jadi penasaran? Ayo coba tunjuk tangan!

Seperti yang sudah diumumkan sebelumnya, giveaway dari review marathon ini ada di blog penulisnya sendiri. Hihihi. Jadi, buat kamu yang dari kemarin nggak sabar nunggu giveaway-nya, ayo ikutan ya!

Aku punya dua novel Wedding Rush untuk dua orang yang beruntung! Bisa nawar pakai cap bibirlah. Mau warna apa? Aku punya lipstick warna nude, fuchsia, shocking pink, merah, dan ungu. Hohoho.

*lalu semua orang memilih untuk kabur*

Baiklah, ini ketentuannya ya!

1. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar;

Apa hal yang akan kamu lakukan ketika kamu menyadari bahwa kamu menyukai sahabatmu sendiri?

2. Format jawaban:

[Nama]

[Domisili]

[E-mail]

[Jawaban]

3. Selain menjawab pertanyaan tersebut, kamu harus meninggalkan komentar di semua postingan dari para blogger yang berpartisipasi dalam review marathon ini.

Ini dia daftarnya ya:

a. Glasses and Tea

b. Buku Famu Famu

c. Kumpulan Sinopsis Buku

d. The Cute Geek

e. Ky’s Book Journal

f. Dinoy’s Books Review

g. Books Over All

4. Jawaban dan komentar kalian ditunggu sampai dengan 1 Juni 2015, 24.00 WIB. Pemenang akan diumumkan di blog ini pada tanggal 4 Juni 2015.

Nah, mudah, kan? Nggak sesulit ujian tentang hubungan kita, kok. #eaaa *malah curhat*

Pastikan kamu mengikuti semua ketentuannya, ya. Nanti, aku pasti akan baca semua komentar kalian. Baik itu di blog ini atau di tujuh blog lainnya. Tapi, please, jangan komen tentang curhatanku yang meluber ke mana-mana gara-gara pertanyaan interview itu. Hahaha. *nggak ada yang mau komen tentang itu juga sih*

Oke, deh. Selamat hari Senin semua! Ditunggu jawaban, komentar, atau curhatan terselubungnya! #eh

xoxo,

Jenny Thalia Faurine

Advertisements

21 thoughts on “[Giveaway] Review Marathon “Wedding Rush”

  1. Nurina Widiani says:

    Nama : Nurina Widiani
    Domisili : Yogyakarta
    Email : nurinawidiani84@gmail.com

    Jawaban:
    I really hate that question. Bikin nyesek. Wkwkkk~
    Berapa kali ya aku kejebak friendzone dan semuanya berakhir di curhatan panjang di diary. Sebenarnya sih nggak benar-benar berusaha memendam, pernah aku ungkapkan… tapi sambil bercanda.
    Waktu itu kupikir kalau dia jg suka dia bakal nanggapin serius. Ternyata enggak!
    Ditanggepin sebagai candaan juga. Wkwkk~
    Hih! Emang dia gak peka!
    http://bestcarinsuranceprices.wordpress.com
    PS: eetapi Jen, kayaknya aku ninggal komentar tentang kegalauanmu deh di salah satu blog :p

    Like

  2. MariaAP (@piescessanella_) says:

    Nama : Maria Azmi Piscessanella
    Domisili : Cilandak
    Email : nella_azmi@yahoo.com
    Twitter : @piescessanella_
    Link share : https://twitter.com/piescessanella_/status/602691423440277505

    Suka sama sahabat sendiri itu pernah menjadi pengalaman pribadiku kak. Saat pertama sadar kalau aku menyukainya yang ada aku malah bingung, lemas dan nagis di pojokkan kamar karena gag tau kenapa bisa suka sama sahabat sendiri. Saat ketemu dia jadinya salting gitu. Tapi lama kelamaan aku mulai memberanikan diri mencoba bertanya hal2 bodoh padanya tentang perasaanku padanya tapi aku disitu bertanya dengan versi orang lain (jadi mengibaratkan seseorang bukan kisah sebenarnya tentang aku menyukainya). Dari sekian pertanyaan ada satu jawaban yang membuatku terdiam dan tidak dapat melanjutkan pertanyaan berikutnya. Pertanyaannya adalah, bagaimana kelanjutan persahabatan jika salah satunya menyatakan suka? Dan dia menjawab, mungkin persahabatan berakhir karena sudah disisipi perasaan ingin memiliki yang lebih. Sejak menerima jawabn itu aku terdiam dan tidak melanjutkan kata2 bahkan pertanyaanku. Dan semuanya kusimpan rapi hanya dalam hatiku. https://carwebsites.wordpress.com

    Like

  3. Iis Mulyati says:

    [Nama] : Iis Mulyati
    [Domisili] : Jln. Sindang sari III RT 01 RW 09 No.15 Kel.Antapani Wetan Kec.Antapani Bandung, Jawa Barat
    [Email] : iismulyaaati@gmail.com
    [Jawaban] :
    Katanya sih 47% pernikahan itu berawal dari persahabatan #katanya lho ya gatau jg sih wkwk XD Sebenernya sih ngga ada persahabatan yg murni antara cewe sama cowo. Kalo bkn kita yg suka sama sahabat kita sendiri ya bisa jd sahabat kita yg mendem perasaan sama kita. hal yg bakal aku lakukan adalah memastikan kalo aku bener2 suka sama dia bkn cuma rasa penasaran semata. Kalo cuma sekedar perasaan “gimana ya kalau pacaran sama dia?” lebih baik diurungkan aja niat utk ngajak si dia ke hubungan yg lebih dari sahabat karna ada indikasi persahabatan kita bakal rusak, kan gamau jg kehilangan org yg udh ngerti kita karna keegoisan sendiri jd lebih baik menghindar atau memberi jarak, soalnya kalo kita makin dkt sama dia bisa2 perasaan suka & syg kita bakal semakin dalam dan berakhirlah dgn rasa yg menyesakkan dada tiap liat dia sama gebetannya #ceilah bahasanya XD. Tapi…kalo kita yakin bahwa dia yg kita cari selama ini ya coba jujur aja gimana perasaan kita yg sebenarnya ke si dia, karena barangkali org yang kita cari selama ini berada sangat dekat sama kita, yaitu sahabat kita sendiri πŸ™‚

    Like

  4. Aya Murning says:

    Aya Murning
    Palembang
    ayamurning@gmail.com

    Berusaha untuk selalu bersikap biasa aja. Tapi nggak terlalu di-push juga. Natural aja sih.
    Ketika menyadari kalau ternyata aku menyukainya bukan berarti aku harus langsung menyelami perasaan itu. Intinya nggak mau baper terlalu jauh dan dalam tanpa tahu kepastian. Bagaimana pun aku ini perempuan. Aku nggak mau jadi pihak yang ‘memulai’ duluan dalam artian menanyakan padanya bagaimana perasaannya atau confess langsung ke yang bersangkutan. Apalagi kalau dia nggak punya sinyal apa-apa ke aku. Bertepuk sebelah tangan gitu? Meh! Persetan dengan sebutan ’emansipasi wanita’ dalam urusan cinta. Sampai saat ini aku masih memegang prinsip bahwa perempuan itu kodratnya dicintai dan dikejar. πŸ˜€ *nggak mau dapat susah*
    Yang namanya cinta itu baiknya terjadi dua arah. Akan lebih indah jika saling mencintai daripada hanya mencintai, bukan? Sejauh ini aku masih cukup bisa meng-handle perasaanku sendiri kapan harus berhenti untuk baper dan galau kepada/oleh seseorang. So, the first thing that I have to do is bersikap biasa aja. Seperti kata pepatah, lama-lama bisa (merasa seperti tidak pernah ada apa-apa) karena biasa (saja sikapnya). Ini cuma untuk kasus one-sided-love ya, macam isi novelnya gitu. πŸ˜‰

    Like

  5. Cintya D. Arsari says:

    Nama: Cintya Dwiyanti Arsari
    Domisili: Gianyar, Bali
    E-mail: cintyaarsari@gmail.com

    Jawaban:
    Pertanyaannya terasa simple tapi sebenarnya complicated sekali… haha :)))))
    Hal pertama yang aku lakukan adalah bertanya ke diri sendiri: kenapa dia? Kenapa harus dia? #drama
    Dari sekian orang yang aku temui, kenapa harus teman di sebrang bangku? Kenapa harus sahabatku selama 2 tahun ini yang aku sukai… Nyesek, ya… apalagi sahabatku itu dingin dan pendiem bgt. #lahcurhat wkwk. Tapi ini udah dulu kok. XD
    Tapi, andai saja ini belum pernah terjadi atau malah akan terjadi lagi ke aku, sebisa mungkin aku menghindari perasaan itu kalau memang ending-nya bisa ketebak. Ending yang kumaksud seperti cinta bertepuk sebelah tangan yang berujung pada kita jadi diem2an, nggak seakrab dulu, dll. Namun, kalau sebaliknya, sahabat yang aku sukai ini juga suka sama aku, tanpa ada gangguan dari sono-sini (wuih enak banget, adem kisah cintanya), ya udah, dilanjutkan aja perasaan dan hubungannya. πŸ˜€
    Menurutku, jatuh cinta sama sahabat sendiri itu bukan hal yang buruk. Yang buruk itu ketika jatuh cinta sama sahabat sendiri, eh si sahabat naksir temen kita #nyeseq #galaudadakan.
    Yah, intinya, kalo suka sama sahabat sendiri, inget liat kanan-kiri aja…, aman gak? Kalo gak aman, ya pikir2 lagi. Kalo aman, ya jalan terus. πŸ˜€

    Like

  6. Nurul Khafidah says:

    Nama : Nurul Khafidah
    Domisili : Surakarta
    Email : Iluks23@ymail.com
    Twitter : @Iluks2308

    Hal yang dilakukan setelah tahu kl suka sama sahabat sendiri itu rasanya nano nano,,,apalgi sy bukan tipe orang yang suka mengumbar perasaan,, lbihnya sih sering memendam perasaan ahahahha #abaikan,, balik lg ke topik jdi hal yg sy lakukan slama ini jika itu terjadi sy lebih sering memendam,,karena di satu sisi ada perasaan takut apabila rasa itu akan merubah nilai persahabatan kita sendiri,, terkadang pernah kelepasan memberikan perhatian lbih sbg seorang sahabat,,tp hal itu akan segera saya kendalikan lagi,,karena slama ini sy lihat dia nyaman dengan saya karena persahabatan kita dan saya juga berusaha utk itu,,krn kl memang dia punya perasaan yg sama dia akan berusaha utk memperjuangkannya juga,, krn sy masih memegang teguh kl cewek pantang menyatakan cinta terlebih dahulu hihihihihi ,, jdi suka sama sahabat sendiri itu agk susah move on nya kl mnurt aq,, maka krn itu saya jarang sekali main perasaan kl sudah sama orang terdekat sy apalgi itu lawan jenis hehehe

    Like

  7. Maya Mai says:

    Nama: Maya Mai
    Domisili: Bogor
    Email: mayakurniawati7@gmail.com

    Hal yg akan aku lakukan kalo aku menyukai sahabat sendiri adalah diam. Tentunya aku akan merenungkan apakah perasaan ini adalah perasaan cinta yg sebenarnya atau malah perasaan karena ia yg selalu menemani ketika aku kesusahan. Kalau itu memang cinta, aku akan menunggu. berharap dia juga punya perasaan yg sama. walau bisa saja dia mencintai orang lain. Pasti jodoh gak bakal kemana-mana. walau mungkin harus melewati rasa sakit dulu.

    Like

  8. sabila rahmah says:

    Nama : sabila rahmah azzahra
    Domisili : prabumulih, palembang, sumatera selatan
    email : sabilarahmah1@gmail.com

    Jawaban : aku ngeliat postingan ini dari twitter kakak, setelah baca sinopsisnya aku tertarik banget sama novel kakak. pertanyaan kakak itu bikin nyesss, secara itu yang aku alamin sekarang. menurut aku ketika kita mencintai sahabat kita, yang ita lakukan cuma bisa menyembunyikan perasaan kita sendiri, secara kita udah sahabatan apalagi sahabatannya udah lama masa persahabatan kita harus hancur gara-gara cinta. Dan seandainya kita bisa mengubur perasaan kita mending kita kubur aja. walaupuun rasanya sakit insya allah bisa kok. jodoh itu nggak kemana, dan kalo memang menurut kita harus diperjuangin perjuangin aja. cinta nggak harus memiliki, cinta hadir jika kita merasa nyaman sama seseorang πŸ™‚
    semoga aku bisa dapetin novel kakak, dan aku bisa jadi penulis kayak kakak amin O:)

    Like

  9. Anis Antika says:

    Nama : Anis Antika
    Domisili : Surabaya
    E-mail : anis_antika@Yahoo.com
    Jawaban :
    Kalau aku, mah, palingan diam. Nggak mengutarakan. Karena aku memegang teguh prinsipku, bahwa cewek nggak boleh menyatakan perasaan terlebih dulu. Demi harga diri. Yang sebenarnya, akhirnya malah akan melukai diriku sendiri. Dan juga sebenarnya karena aku takut, kalau aku menyatakan perasaanku dan ternyata dia tidak memiliki perasaan yang sama, dia akan menjauhiku dan hubungan persahabatan kami jadi hancur. Maka, aku hanya akan memendamnya saja. Namun aku akan tetap menunjukkan perhatianku padanya.Sambil tetap berharap semoga dia menyadari persaanku kemudian membalas perasaanku.

    Like

  10. Athalia Jessica says:

    Nama : Athalia Jessica Kwa
    Domisili : Yogyakarta
    Email : athalia.jessica.kwa@gmail.com
    Twitter : @jessicaquamarin

    Wew, sekalinya baca pertanyaan kak Jen, yg terbersit di pikiranku adalah ‘that’s great, and it should be like that !’, emm..hehe..
    Pasalnya, pikiranku udah kejauhan sampe ke marriage, karena kepikiran ‘anak ke-10’ kak Jen yg namanya Wedding Rush sih..

    Karena buatku, bener dan sebaiknya seperti kata pepatah itu lho, yg bunyinya ‘menikahlah dengan sahabatmu.’.
    Kan tepat banget..Akan lebih baik kalo kita menikah dengan sahabat kita sendiri. Definisi sahabat kan orang yg tau luar-dalamnya & plus-minus pribadi kita, tapi tetap mau menerima dan berdampingan dengan kita kan ?
    Nha itu..kalo kita nikahnya sama orang yg cuma kita cinta tapi ga bisa terima apa adanya kita kan repot belakangan..

    Tapi kalo cuma sebatas perasaan suka pada sahabat, agak lain cerita ya..
    Aku lebih memilih diam dulu, koreksi dulu ke dalam hati, itu perasaan cuma sekedar suka atau lebih dari suka..
    Ya kalo cuma suka mah biasa, palingan karena seneng ada sosok laki-laki yg ‘wow’ buatku, tapi kalo perasaannya udah lebih dari sekedar suka, ya atur strategi buat diungkapin..
    Ga salah dong kalo sekedar ngungkapin perasaan, toh perasaan bakal ga berarti kalo ga diungkapin..
    Urusan gimana respon sahabat mah terima aja..kalo dia sahabat beneran, laki-laki dewasa, pasti bisa menghargai perasaanku & ga terus menghindari aku..kalo sebaliknya, dia terus berlagak cool, cuek, menghindar, ya udah biarin, lepasin aja perginya dia, bukti kalau dia bukan laki-laki sejati, ataupun sahabat yg bisa menghargai hubungan..
    Kan akunya cuma ngungkapin, ga maksa ke arah hubungan lebih, ya kan..? ^^

    Like

  11. Thia Amelia says:

    Nama: Thia Amelia
    Domisili: Bogor
    E-mail: thia.amelia18@yahoo.co.id
    Link: https://twitter.com/Thia1498/status/603738025093238784?s=01

    Apa yang akan kamu lakukan ketika menyadari bahwa kamu menyukai sahabatmu sendiri?

    Apa yang akan kamu lakukan? Sebagai wanita mungkin pertama aku akan diam. Membiarkan persaan suka iyu ada dalam hati aku. Karena apa yang dilintas dipikiran wanita ketika menyukai seorang lelaki yang ia akan lakukan adalah diam, memperhatikan orang yang kita suka dari jauh, memastikan bahwa ia dalam keadaan baik. Beda kejadian nya dengan menyukai sahabat sendiri, lebih menyakitkan karena kita melihatnya dari dekat, mengobrol setiap hari, bercerita setiap hari, kemana-mana selaku berdua, karena, itukan yang disebut sebagai sahabat? Orang yang sangat dipercaya. Yah, pertama mungkin aku akan diam, karena bisa saja dengan menyatakan perasaan ku persahabatan itu justru hancur kan? Berada dalam keadaan canggung yang semakin lama semakin menjauh, lalu? hancur begitu saja. http://weddingideas2016.wordpress.com
    Tapi, aku rasa memendam perasaan juga merupakan hal yang salah. Sebagai seorang sahabat, seseorang yang sangat dipercayai melebihi apapun, kita sebaik nya bersifat terbuka, agar semua permasalahan cepat terselesaikan. Walaupun sulit tapi rasanya seperti kentut ketika sakit perut, plong~ akhirnya. Tapi, ada akibatnya, yah malu, dan mungkin akibat yang akan terjadi jika kita jujur adalah kemungkinan bahwa sahabat kita termasuk orang yang kita sukai itu akan menjauh dari kita jika ia tidak menyukai kita, tapi jika ia justru menyukai kita yah itu mungkin adalah bonus. Tugas kita selanjutnya agar persahabatan itu masih berjalan adalah, meyakinkan bahwa persahabatan itu masih ada. Bicara baik-baik dengannya bahwa kita masih membutuhkan ia sebagai sahabat, lagi pula yang saat ini aku percaya adalah bahwa masa depan kita telah dirancang sedemikian indah oleh Yang Maha Kuasa, tidak perlu memiliki sahabat kita sebagi jodoh http://weddingproductsblog.wordpress.com

    Like

  12. Erdina yunianti says:

    Nama : Erdina Yunianti
    Domisili : Cilegon-Banten
    Email : erdinayunianti21@gmail.com
    Twitter : @Dinnaaa_27

    “Apa hal yang akan kamu lakukan ketika kamu menyadari bahwa kamu menyukai sahabatmu sendiri?”
    1. Saya akan mengetahui perasaannya terlebih dahulu.
    Saya gak mau terburu-buru untuk mengungkapkan rasa cinta saya, saya akan coba cari tahu bagaimana perasaannya terhadap saya terlebih dahulu. https://usstocks.wordpress.com

    2. Saya akan perhatikan tingkah lakunya.
    Saya harus siap dengan konsekuensi bahwa dengan mengakui rasa cinta, berarti saya juga mempertaruhkan persahabatan. Untuk itu, perhatikan sikapnya untuk memastikan perasaan yang sebenarnya. Jika dia nyaman bercerita tentang wanita lain berarti besar kemungkinan dia Cuma menganggap saya sebagai teman biasa. Tapi jika dia kesal saat saya dekat dengan pria lain, ada kemungkinan dia menyukai saya *pedegileee* πŸ˜€ http://wedding-bridal-rings.blogspot.com.tr

    3. Yang terakhir baru dehh saya akan utarakan.
    Jika saya udah gak tahan menyimpan perasaan, mengatakan langsung padanya adalah satu-satunya cara. Tapi sebelumnya, saya akan pastikan dulu sudah siap apapun hasilnya, penolakan atau penerimaan. Jika di tolak saya akan usahakan kedekatan saya dengan dia jangan sampe menjauh dan jika saya di terima saya harus siap kehilangn sahabat terbaik saya. Artinya dia bukan lagi sahabat saya melainkan pacar saya.

    Like

  13. Mechelin Dirgahayu Sky says:

    Mechelin Dirgahayu Sky
    Jakarta Barat
    stylemechelin@gmail.com

    Saya menanyakan pertanyaan ini kepada dua sahabat saya (yang cewek maupun yang cowok). Mereka memilih menyukai secara diam-diam dan menjadi secret admire. Katanya, sahabat dan pacar itu beda perlawanan nantinya. Tapi, apalah daya kalau yang namanya firendzone itu lebih nyebelin dari pada move on.

    Friendzone itu membuat kita berada di posisi tengah-tengah antara memilih menjaga persahabata atau perasaan sendiri.

    Kalau saya, semoga sih jangan suka sama sahabat sendiri. Banyak pahitnya. Tapi, kalau emang lagi apesnya suka sama sahabat, langkah pertamanya diam-diam jadi secret admire doi. Cari tau juga tentang status doi sekarang. Dia lagi suka sama seseorang atau nggak. Langkah selanjutnya, coba utarakan secara perlahan tentang perasaan kamu kepada sang sahabat untuk kebaikan hatimu.

    *sumpah nyimpen perasaan itu nyesek banget loh*

    Like

  14. Ani Purditasari says:

    Nama: Ani Purditasari
    Domisili: Jambi
    Email: AnnyTears.AT@gmail.com
    Twitter: @Anny_Tears

    Widiiih… pertanyaanmu, Jenn. :3 bikin flasback.

    Jawabanku:
    Tanya hatimu apakah perasaan kamu ke dia memang benar-benar suka, sayang bahkan cinta, atau cuma sekedar suka karena selama ini nyaman dekat sama dia. Kalau kamu yakin beneran suka, sayang bahkan cinta yah silahkan ungkapkan, daripada dipendam dan buat beban pikiran, ujung-ujungnya tumbuh kacang sekilo di jidat :3

    Jangan takut dia berubah setelah tau perasaan kamu, percaya ajah kalo memang dia sahabat yang baik pasti akan mengerti kamu dengan baik pula.

    Like

  15. anandanftrn says:

    Ananda Nur Fitriani
    Bogor
    Anandanftrn@gmail.com

    Yang saya lakukan itu berusaha untuk ga menyadarinya! #loh. Kenapa? Karena belajar dari pengalaman sendiri nih ya mbak Jenny, saya itu sering banget ngerasa suka sama sahabat cowok, jadi baper, nungguin dia ngechat, ngasih kode yang ga pernah ditanggepin *hahaha😂 * tapi akhirnya saya sadar kalau sebenarnya saya ga beneran suka sama mereka. Buktinya, waktu dia nembak, saya malah nolak. Atau waktu dia jadian sama cewek lain, saya ga ngerasa sakit, pedih, perih atau apapun di hati ini:| malah saya jadian sama temennya😂 (dia ga dapat, temannya pun jadi). Maksudnya cuma perasaan/pemikiran kita aja gitu mbak, mungkin karena terlalu deket kali ya😁 kalau saya merasa suka sama sahabat sendiri lagi, saya akan bersikap seperti biasanya. Ga ngejauh, ataupun baper, apalagi ngasih kode. Big No! Mendingan jalanin sahabatan aja, kalau dia nembak, baru kita boleh ‘menyadari’ bagaimana perasaan kita yang sebenarnya (licik ya, hahaha). Karena saya sudah lelah dengan cinta yang semu😓 (atau cinta yang tak terbalas/?). Ya kalau saya sih gitu, ga tau deh kalau yang lain xD mungkin ada yang beneran cinta, hmm.

    Thanks for GA nya mbak Jenny! Maafkan saya atas jawaban yang berdasarkan curcol ini xD keep success!

    Like

  16. Ulfa Alfianita says:

    [Nama]: Ulfa Alfianita
    [Domisili]: Bekasi
    [E-mail]: u.alfianita@gmail.com
    [Jawaban]:

    Suka sama “SAHABAT”? Masing-masing orang punya persepsi sendiri tentang kata “SAHABAT”. Kalau saya, sahabat itu bukan hanya sekedar teman hang out atau seru-seruan bareng dalam perkumpulan. Nggak mudah untuk membuat hubungan pertemanan mendapat predikat sahabat.

    Jadi kalau suka bagaimana ? Simpan sendiri. Kita yang punya perasaan, ya atasi sendiri. Jangan mengganggu hubungan yang comfort jadi awkward. Apalagi kalau sahabat kita itu udah punya orang lain. Dapat pasangan nggak, hilang kenyamanan sebagai sahabat iya. Tapi kalau sahabat kita itu nggak punya pasangan, saya akan cari tahu dulu tentang pendapatnya soal hubungan yang berawal dari sahabat. Karena nggak jarang memang orang yang terlalu khawatir dengan dampak dari hubungan yang nggak berjalan dengan baik. Intinya pikir panjang. Pikirkan matang-matang. Karena kadang rasa sakit ngebuat kita lost control. Ditambah lagi sebagai perempuan, mau ada emansipasi wanita pun, kodratnya ovum, ya diam dan nunggu, sperma yang ngejar. Kesimpulannya, berdamailah dengan perasaan dan rasa sakit kita sendiri. Yakinkan diri, kalau memang jodoh pasti akan bertemu di persimpangan jalan dalam hidup ini dan jangan sampai merusak tongkrongan yang udah kamu (kalian) bangun selama ini. http://produitsmariage.wordpress.com

    Like

  17. Read + Review (@Rany_Dwi004) says:

    Nama : Rany Dwi Tanti
    Domisili : Tulungagung, Jawa Timur
    Email : ranydwi11@yahoo.co.id

    Apa hal yang akan kamu lakukan ketika kamu menyadari bahwa kamu menyukai sahabatmu sendiri?

    Bingung juga nih mau jawab apa, karena memang nggak mungkin juga laki-laki dan perempuan cuma sahabatan aja, pasti ada sepercik atau dua percik perasaan suka yang timbul entah darimana karena kebiasaan mereka yang selalu bersama, dan itu bisa bikin galau. Gimana nggak? Menurut saya, perasaan suka sama sahabat sendiri itu bikin bingung. Kalau dibiarkan saja, sakitnya malah kemana-mana, kalau diungkapin, bisa dipastikan hubungan persahabatan itu sendiri bakal jadi canggung.

    Tapi jika saya berada diposisi itu (menyukai sahabat sendiri) saya mau egois aja deh. Kenapa egois? Saya udah capek, udah lelah, karena biasanya saya cuma bisa diem aja, jadi kali ini saya mau egois dengan mengatakan bahwa saya menyukainya.

    Lagipula dengan mengakui itu berarti kita sudah mau jujur pada diri kita sendiri juga jujur pada sahabat yang kita taksir. Saya nggak mau jadi pengecut, meskipun memang membutuhkan mental sekuat baja untuk mengakui hal itu di depannya. Apalagi saya perempuan. Tahukan kalau perempuan itu bisanya cuma nunggu, kalaupun mau ngaku duluan, dibutuhkan olah mental dengan waktu yang nggak bisa dibilang pendek. Menurut saya pribadi, ditolak atau diterima, itu urusan belakangan. Cinta terpendam adalah cinta yang sulit dipadamkan. Jadi, daripada terus memendam perasaan yang tak tersampaikan itu, kalau ada kesempatan untuk mengatakannya, kenapa tidak? Saya nggak mau berlarut-larut dalam perasaaan yang nggak ada ujungnya apalagi kalau sampai nggak bisa move on dari sahabat yang kita taksir. Jangan kamu simpan semuanya dalam hati. Itu hanya akan mencekikmu perlahan dalam kepahitan. Jadi, mending akui sajalah, karena sesudahnya, perasaan lega luar biasa akan kita dapatkan, terlepas apakah kita diterima atau sebaliknya, ditolak. Terlepas apakah hubungan persahabatan itu akan canggung atau tidak. Pokoknya intinya saya nggak ingin membuat hati saya jatuh sakit untuk kesekian kalinya πŸ˜€ Saya nggak mungkin juga lari dari masalah ini. Lari nggak akan menyelesaikan masalah, cuma menunda. Lagian capek juga kalau terus memendam perasaan suka itu. Kalau diungkapin kan, setidaknya beban berat yang dulu kita tanggung, sedikit demi sedikit berkurang. http://mariageidees.blogspot.com.tr

    Like

  18. Chacaa Yippie says:

    Irdha Sadri
    Makassar
    chacaayippie@gmail.com

    Apa hal yang akan kamu lakukan ketika kamu menyadari bahwa kamu menyukai sahabatmu sendiri?

    Kayaknya aku bakal ngasih komentar yang sesuai versi aku sendiri, soalnya aku juga pernah jadi korban kasus ini. -_-

    Hmmm, hal akan aku lakuin pas nyadar suka sama sahabatku sendiri. Aku pasti sedikit bergelagat aneh. Dalam artian, perhatian aku terkadang berlebihan. Bahkan sedikit manyun dibelakangnya saat melihat dia akrab ma cewek lain >_< Meskipun begitu, aku tetap berusaha memosisikan diri layaknya sebagai sahabat dan gak sok protektif dengan dirinya.

    Nah, pas aku benar-benar yakin suka sama dia (setelah melalui proses pemikiran yang panjang). Aku bakal beranikan diri ungkapin perasaan aku. Agak canggung memang. Tapi tips dari aku, saat selesai ungkapin perasaan jangan lupa bilang bahwa kamu mengungkapkan perasaan itu cuma sebagai bentuk agar terbebas dari perasaan yang membelenggu tak jelas tersebut. Intinya sih, jaga imej juga ^_^))v
    http://hochzeitideen.blogspot.com.tr
    Udah itu, siapin mental aja dengar jawaban si dia. Dia jawab "IYA", pasti seneng dong πŸ™‚ Tapi, kalo dia jawab "NGGAK" yaa tegasin lagi tips aku diatas buat dia. Setidaknya, kan bhatin rasanya lega.
    http://hochzeitideen.wordpress.com
    Nah, yang jadi masalah sebenarnya gimana kita akan menghadapi saat udah melakukan hal tersebut. Aku sendiri, waktu itu diterima sih ^^ dan keuntungan yang aku dapat yaa aku bisa gampang tahu yang dia suka atau tidak suka, dsb.

    Tapi, untuk yang ditolak mungkin bisa memilih untuk tidak kabur seperti tokoh Padma yaa. Melainkan tegar menghadapi konsekuensi tersebut. Toh, pria tidak cuma dia.

    Kalo aku gitu sih ^^

    Like

  19. Septy Anggita says:

    Nama : Septy Anggita
    Domisil : Tanjung Gading, Batu bara, Sumatera Utara 21257
    Email : septysmpnss@gmail.com
    Jawaban : Apa yg aku lakukan saat menyadari menyukai sahabat sendiri? Em,, *mikirPanjang* Hah! Pertanyaannya suliiiiiiit pake banget. *tinnngg akhirnya ada deh. Okeh, jadi aku akan coba bilang ke dia *beraniBenerrr* ngejelasin semuanya kedia dengan saangaaat jelas. Setelah dia menerima penjelasanku, aku memintanya untuk bersikap biasa ajaa. Seperti tidak pernah ada hal aneh terjadi. Tapi kalau akhirnya dia malah menjauh apa boleh buat. Tetapi dia ngasih kode bahwa juga suka dgn aku gak ada salahnya dong kalo sama sama suka, sama sama jomblo, dan sama sama udah dekat.. toh banyak yg berjodoh berawal dari persahabatan.. Thanks^^

    Like

  20. rizqanurulhidayanti says:

    Nama: rizqa nurul hidayantu
    Domisili: yogyakarta
    Email: rizqanurulhidayanti@yahoo.co.id
    Jwbn: aku bukan tipe orang yg terbuka ngungkapin perasaan. Bisa dibilang aku buruk soal masalah ngungkapin cinta. Yg aku lakuin adalah aku ingin jujur tentang perasaanku tetapi secara perlahan2. Aku takut ngungkapin perasaan secara terbuka aku lebih suka kode2an dan tarik ulur. Hehehe…. aku pgen ngasih kode kalo aku suka sama dia dengan cara peduli dan sikapku ke dia beda dgn cow lain. Nah sisi aku ingin melakukan proses tarik ulur sama dia, saat responnya positif aku akan nyuekin dia(karena cuek adl kepribadian asliku). Tarik ulur kupilih krn aku ingin tahu perasaan dia ke aku tanpa hrus tnya lgsung. http://griechischengotter.blogspot.com.tr

    Like

  21. utsu.ki says:

    NAMA : TRI INDAH PERMATA SARI
    DOMISILI : PALEMBANG
    EMAIL : triindah.permatasari@yahoo.co.id / tri_indahpermatasari@yahoo.co.id
    JAWABAN : Curhat keteman lain yang juga akrab dengan orang kusukai itu mengenai perasaan ku padanya, sebenarnya lebih menanyakan pendapat apakah aku cocok dengan dia atau sebaliknya? dan minta solusi terbaik. dan nyatanya, itu semua sudah dilakukan bahkan mendapat sambutan postif dari yang lain, tapi ketika mereka mendukung dan ingin membantu aku nya menolak, entah kenapa? apa sebenarnya aku masih ragu tentang perasaanku yang sayang ke dia itu beneran atau hanya sekedar rasa kagum saja. hanya waktu yang bisa membuktikan. jadi sekarang paling juga suka ngasih simbol dikit buat dia sadar kalau akunya menaruuh hati padanya ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s