Ketika kau dikecewakan oleh harapanmu sendiri, tenanglah, Sayang.

Kau tak sendirian.

Ada aku, yang diam di sudut sambil mengharapkanmu untuk berbalik, kepadaku.

Advertisements

Jomblo United against the world!

Foto di masa-masa suram... Eh, masa SMA.

Foto di masa-masa suram… Eh, masa SMA.

Ini pagi pertama tour sekolah ke Jogja. Belum pada mandi semua. Soalnya berangkat dari Cibinong jam 10 malem. Huahahaha.

Ini pagi pertama tour sekolah ke Jogja.
Belum pada mandi semua. Soalnya berangkat dari Cibinong jam 10 malem. Huahahaha.

Ini di Candi Borobudur. Masih dalam rangka tour sekolah.

Ini di Candi Borobudur. Masih dalam rangka tour sekolah.

Najong. Sok turis. Di Keraton pada pake kacamata item (kecuali Icha).

Najong. Sok turis. Di Keraton pada pake kacamata item (kecuali Icha).

Ini pas di Candi Prambanan.....

Ini pas di Candi Prambanan…..

 

Hello!

Wah, tumben-tumbenan ya gue ngepost tentang JU? Huehehehe.

Jadi, ada yang tau JU itu apa? Yap, Jomblo United alias JU ini salah satu judul cerita gue yang DIGANTUNGKAN DENGAN SENGAJA (bhahahahaha) di Wattpad.

Tapi sebenernya, JU adalah kumpulan empat cewek yang pastinya JOMBLO.

Mengenaskan?

Nggaklah, kan ngejomblonya bareng-bareng.

Besok, 31 Juli 2015, adalah hari perayaan terbentuknya JU. Udah dua tahun kita bareng-bareng. Dari yang tadinya baru-baru kenal sampe sekarang ogah kenal saking mereka malu-maluinnya. Bhak.

***

Continue reading

Perempuan Itu Hari Ini Menangis Karena Perpisahan….

01885_HDSemuanya terasa biasa-biasa saja hari ini. Hanya sedikit mendung dan gerimis—hal-hal yang kunantikan sejak satu setengah bulan yang lalu. Iya, sejak satu setengah bulan yang lalu daerahku terasa gersang. wedding rings

Namun bukan itu yang membuatku tiba-tiba menulis ini.

***

Siang ini semua berjalan biasa-biasa saja. Adikku masih bermalas-malasan selagi menunggu jam dua siang untuk berangkat kerja, aku masih asyik menulis, sedangkan mamaku ternyata sedang menelepon entah siapa. Tapi dari isi bahasan serta gaya bicaranya, aku tau ia berbicara dengan siapa.

Continue reading

Ada Perbedaan yang Tak Bisa Menyatukan

Selamat sore, Tuan A.

Sudah lama sejak terakhir kali aku menulis untukmu. Semoga yang ini yang terakhir ya.

Sudah lama juga sejak terakhir kali kita benar-benar bicara.

Tapi ya sudah, tidak usah diingat-ingat lagi. Aku sedang berusaha untuk tidak selalu memikirkan hal-hal yang telah kulalui.

Tiba-tiba hari ini benakku dipenuhi olehmu. Dipenuhi tentang kenangan yang aku punya tentang dirimu. Untuk kali ini aku sadar, terlampau banyak perbedaan di antara kita.

09450_HD***

Continue reading

How do I know I have fallen in love

Siang sampai sore ini, gue akhirnya membagikan rahasia yang hanya diketahui oleh dua orang selain diri gue sendiri dan Tuhan. Sekarang, jadi ada tiga orang yang tahu. Orang ketiga ini adalah Rheza. Hahaha.

Akhirnya dia tahu salah satu tindakan gila gue. Nggak perlu gue ceritain kali ya rahasia gue di sini. Tapi, ini berhubungan dengan tulisan, orang yang gue suka, dan otak gue yang gila.

Continue reading

Behind The Scene of Wedding Rush – Ghina: Nggak Biasa Bikin Lagu Cinta.

Halo! Udah lama banget nggak mampir di blog ini. Hehehe. Sorry, kesibukan akhir-akhir ini meningkat drastis. 😦

Nah, sesuai judul di atas, kali ini gue mau bagi-bagi cerita tentang behind the scene dari novel kesepuluh gue yang berjudul Wedding Rush. Selain proses penulisan, ada berbagai hal yang dikerjakan oleh teman-teman gue untuk Wedding Rush. Penasaran? Tenang, rangkaian cerita gue tentang BTS ini akan terus bergulir sampai narasumbernya habis. :p

***

Lo semua udah denger lagu “Bukan Takdirku” yang jadi original soundtrack dari Wedding Rush belum?

Continue reading

Kala Desember

Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never met.

***

Aku terlalu terkejut ketika jantung ini masih melonjak keras saat bertemu pandang lagi denganmu.

“Apa kabar?” tanyamu seraya menarik kursi di hadapanku dan duduk tenang di sana.

Aku hanya tersenyum, memainkan jemariku di tepian mulut cangkir sambil menjawab pelan, “Seburuk saat aku bertemu denganmu kembali.”

Continue reading

Tentang Rindu

Looking-Back

 

 

Kau tak perlu mengatakannya.

Oh, aku pun tahu, kau tak akan mengatakannya. Sekeras apapun rindu itu menderamu. Hanya saja yang kau mesti ketahui walau tak bicara apapun padaku, aku merindukanmu. Layaknya pasir pantai yang rindu digerus ombak. Layaknya daun kering di jalanan yang dibawa angin kemana pun angin itu bertiup.

Kau tak perlu mengatakannya.

Aku tahu kalau dirimu tidak akan pernah balas mengucap rindu. Biarkan rindu ini menguap, menjadi sesuatu yang pernah ada, namun tak pernah dianggap ada oleh si penerima rindu.

Kadang aku berpikir, orang hebat seperti apa dirimu hingga diriku merindumu bagai orang gila. Namun aku tak menemukan jawabannya. Kau hanya lelaki biasa, serba biasa dengan hidup yang biasa. Kisah hidupmu tak sedramatis yang orang pikirkan. Kisah cintamu jauh dari kata berwarna.

Lalu apa yang membuatmu begitu kurindukan?

Tak ada, itulah jawabannya.

Karena rindu seringkali tanpa alasan. Rindu seringkali tanpa balasan.

Kau tahu, kadang merindumu ternyata sangat meletihkan. Aku berpikir, apa kalau dirimu membalas rinduku, letih ini akan menghilang?

Namun kurasa, rindu memang tidak akan pernah berbalas. Rindu hanya sekedar rindu.

Sebab rindu, hanya milikmu dengan perempuanmu. Bukan milikku si perempuan di sudut gelap relung hatimu.