Come Back

“Pada akhirnya, lo milih balik ke Indo juga kan?”

Padma meringis, tanpa menatap mata sosok yang duduk di sampingnya kini pun ia tau, lelaki itu tengah tersenyum penuh kemenangan. “Gimanapun, gue kan juga mau dateng ke pernikahan sahabat gue.”

“Harusnya lo dateng sejak seminggu lo sampai di Jerman dan kerjaannya nangis meraung-raung,” timpal Sufi sambil mendecakkan lidahnya. “Lo harus tau segila apa Daka saat lo pergi diem-diem gini.”

Bandara selalu menjadi tempat menyenangkan bagi Padma. Namun saat ini tidak seperti itu di kala Sufi—teman satu UKM-nya dulu di kampus—sibuk memberinya wejangan. Kini mereka sedang menikmati makan siang selagi menunggu jam keberangkatan pesawat yang akan membawa mereka menuju Indonesia. Perjalanan panjang yang pasti akan melelahkan mengingat dua kali transit dan lamanya berada di pesawat. Namun semua itu mereka tempuh hanya untuk menghadiri resepsi pernikahan sahabat Padma, Rajata dan Resita.

“Kalau gue nggak pergi, mungkin kami berempat masih terjebak di kotak yang sama.”

Continue reading

Advertisements

Lelah

Pernah nggak sih, ngerasain capek yang teramat capek?

Yang bikin lo mau rehat seminggu misalnya.

.Eye-Candy

Sekarang gue lagi ngalamin hal itu. Hhhh. *hela napas*

Rutinitas kampus yang makin lama makin bikin sesek napas, project tiap mata kuliah yang bikin pengen makan orang, rapat panitia yang berasa dimamam senior, sampe tentang capeknya gue dan kadang udah tepar duluan sebelum bisa nulis.

Itu semua lama kelamaan bikin gue jenuh, capek. Mungkin ini efek dari bebasnya gue beberapa bulan yang lalu. Kelamaan bebas jadi binal deh gue, hehehe.

Continue reading